Duka Adinia Zalukhu, Kehilangan Suami Saat Banjir Di Nias Utara

Keterangan Gambar : Ramieli Zalukhu (38) warga Desa Faekhuna’a Kecamatan Afulu Kabupaten Nias Utara, Meninggalkan seorang Istri dan Empat orang Anak saat menyebrangi banjir, demi memperjuangkan kelangsungan hidup keluarga

NIAS UTARA SUMUT || Berita.IMN.com
Peristiwa kejadian banjir yang melanda Nias Utara beberapa hari belakangan ini, menyisakan sejuta pilu dengan penuh arti bagi masyarakat Nias Utara.

Seperti halnya yang terjadi dengan keluarga Ramieli Zalukhu (38) yang bertempat tinggal di dalam hutan belantara, adalah seorang warga Desa Faekhuna’a Kecamatan Afulu Kabupaten Nias Utara pergi meninggalkan keluarganya dengan menyisakan beribu Luka yang cukup dalam di hati keluarganya tercinta.

Ditengah menjadi seorang pahlawan keluarga di kala banjir melanda, ramieli kelahiran tahun 83 itu mencoba menyeberangi banjir untuk berbelanja demi mempertahankan kelangsungan hidup anak-anaknya dan istrinya yang jarak tempuhnya kurang lebih 6 km dari tempat ia tinggal dengan bermodalkan kedua kaki untuk berjalan.

Sepulangnya ke rumah dengan membawa alakadarnya kebutuhan keluarga kecilnya yang juga harus melalui banjir lagi dengan berenang, siapa sangka ayah dari 4 orang anak itu akibat kecapean jalan kaki dan berenang menimbulkan sesak napas hingga akhirnya meninggal dunia, Selasa ( 21/12/2021).

Kini ibarat kata “sudah jatuh tertimpa tangga” keluarga yang tergolong kurang mampu itu saat ini sedang asik menikmati semua dukanya ditengah hutan rimbun yang jauh dari tempat hunian masyarakat lain pada umumnya.

Adinia Zalukhu (42) istri dari almarhum Ramieli Zalukhu itu, saat ini sedang meratapi nasib bersama dengan ke empat orang anak laki-lakinya yang masih berumur 11 tahun ke bawah di gubuk peninggalan almarhum suaminya sebagai tameng hidup.

Istri dari almarhum tersebut kini sedang memperjuangkan nasib hidupnya bersama dengan ke empat orang anaknya dengan bertani karet yang harga jualnya sampai saat ini belum bisa di andalkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Adina berharap adanya uluran tangan dari berbagai pihak terutama Pemkab Nias Utara yang mau meringankan bebannya bersama anak-ananya yang masih duduk di bangku sekolah dasar yang berjarak tempuh 6 km jalan kaki dari hutan rimbun itu.

(Red).

author

Author: