AJV Barito Utara : Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Dugaan Trafficking Anak Dibawah Umur, Korban Prostitusi Karoke Di Jalur PT TOP

 

MUARA TEWEH || Berita.IMN.com – Tindak Pidana Perdagangan orang (Trafficking) Terjadi di wilayah Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah, Anak Dibawa Umur Dengan Ketebelakangan Mental Dijual Ke Warung Remang- Remang tepatnya di Karoke yang beralamat di Km. 39 Lintas jalan tambang batubara PT. Tailen Orbit Prima (TOP)

Harianja selaku Ketua Organisasi Aliansi Jurnalis Vidio (AJV) Barito Utara mewakili rekan-rekan media tergabung, Jumat (24/12/21). ” Kita minta kasus tersebut secepatnya diusut tuntas oleh pihak berwajib supaya tidak banya simpang siur impormasi dan takutnya ada yang menduga ada pihak yang sengaja melindungi aset dari puluhan karoke ilegal di jalur tambang itu,” Ujarnya.

Adapun kejadian Y (15) di bawa dari rumah ibunya N yaitu pada hari Kamis (09/12/21) setelah N berkenalan dengan Mama Lambang karena Mama Lambang datang kerumah N untuk maksud minta ijin membawa anaknya (Y) ke Bohot.

” Sebelumya saya tidak kenal pak dengan (Mama Lambang) Dia datang kerumah saya
karena sebelumnya dia datang ke rumah salah satu warga Desa Kemawen. Kebetulan malamnya anak saya nginap di rumah warga tempat Mama Lambang juga nginap disitu setelah Mama lambang berkenalan dengan anak saya Paginya mama Lambang dengan anak saya datang kerumah saya meminta ijin agar saya memberikan anak saya dibawa kerja ke Buhot (Kec.pujon. Kab.Kapuas. Kalteng). Kerja di warung untuk kerja cuci piring,” terang N ibu korban Y terbata bata sambil menahan air matanya.

“Dua tiga hari setelah anak saya dibawa Mama Lambang, tidak pernah ada kabar. Nomornya tidak pernah aktif. Kemudian saya ambil keputusan untuk mencari anak saya,” tambah N sambil menghapus matanya.

Saya berangkat naik klotok dari Kemawen menuju Bubot. Saya tidak ketemu Mama Lambang yang bawa anak saya. Saya dapat anak saya ternyata di salah satu warung milik mama Joni. Disitulah pengakuan anak saya di paksa melayani laki laki. Sementara anak saya masih usia 15 tahun pak. Mama lambang janji ke saya memberi pekerjaan ringan saja seperti cuci piring, tapi kenyataan lain.

” Kejam pak, Setelah saya menemukan anak saya, saya minta ijin kepada pemilik warung, pemilik warung memberi ijin anak saya kubawa pulang bila saya membayar 1.250 Ribu sebagai tebusan. Saya tidak punya uang pak sampai kemudian aku telp Bapak Kapolsek Montallat, baru anak saya diberi ijin kubawa pulang. Tega sekali mereka, Anak dibawa umur dan anak saya ada kekurangan mental, mereka tega jual anak saya pak. Mohon pak polisi bantu keadilan untuk anak saya,” ungkap kisah N pedih saat di kantor AJV.

N ibu korban menambahkan, Setelah pulang dari sana (Buhot), saya sudah melaporkan kejadian yang menimpa anakku ke Polsek Montallat pak, semoga cepat di proses hukum.

Y (15) korban dugaan Trafficking kepada media ini menyampaikan pengalamannya saat berada di warung tempat dia tinggal selama 8 hari.

” Saya setelah dibawa Mama Lambang ke warung ibu Joni, saya dibawa oleh anak perempuan Bu Joni ke dokter untuk suntik. Dua hari setelah suntik itu pak, saya dipaksa melayani laki laki. Laki pertama dan kedua saya tolak. Laki laki itu melapor ke Bu Joni. Bu Joni marah ke saya. Bu Joni bilang aku harus layani tamu. Biar uangku banyak. Tapi dihari yang berbeda laki-laki ketiga memaksa saya pak. Saya awalnya menolak. Tapi aku dipaksa dan diancam kalau laki laki itu sudah bayar ke Bu Joni. Saya tidak bisa berbuat banyak pak, akhirnya saya disetubuhi. Laki laki itu menyodorkan uang 300 ribu ke saya. Besoknya saya minta pulang ke Bu Joni. Tapi kata Bu Joni, harus ada ijin dari Mama Lambang yang mengantar saya ke Warung Bu Joni. Malamnya kembali ada laki-laki masuk ke kamar saya dan memaksa saya melayani nafsunya pak. Setelah selesai, laki laki itu menyodorkan uang 400 ribu. Hingga ibu saya datang menjemput saya pak,” tutur Y sedih.

Dari kejadian ini juga Bung Harianja berharap,” Semoga ini menjadi perhatian pemerintah khususnya institusi kepolisian agar kasus dugaan Trafficking tersebut segera di usut tuntas,” Kata Harianja.

(Tim/Jefri A).

author

Author: