Terlibat Kasus Penggelapan, Kades Bendo Dihentikan Sementara

Klaten JATENG beritaimn.com

 

Pemkab Klaten akan memberhentikan sementara, Nomy Yanuardo dari jabatannya sebagai Kades Bendo, Kecamatan Pedan. Pemberhentian sementara tersebut dilakukan karena Polres Klaten telah menetapkan Nomy menjadi tersangka dalam kasus penggelapan.

 

Kabid Penataan dan Administrasi Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Klaten, Agung Kristantana mengatakan layanan kepada masyarakat harus tetap berjalan. Oleh sebab itu BPD dan Pemdes segera menggelar musyawarah desa untuk pemberhentian sementara.

 

Kalau seperti ini yang bersangkutan akan diberhentikan sementara. BPD dan pihak terkit mengusulkan pemberhentian sementara ke bupati melalui camat dulu, ujarnya, Senin (16/08/2021).

Setelah itu nantinya camat yang akan membuat surat tugas menunjuk PLt Kades di Desa Bendo. Lantaran di Pemdes Bendo masih ada sekretaris desa (sekdes), maka secara otomatis sekdes yang akan menjadi PLt Kades guna mengisi kekosongan jabatan sementara. 

 

Aturan penunjukan PLt sudah ada. Pak camat yang membuat surat tugas. Nah otomatis sekdes itu yang akan menjadi PLt sementara. Yang penting untuk layanan administrasi tetap berjalan seperti biasanya, kata dia.

Seperti yang diketahui, Kades Bendo, Nomy Yanuardo telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penggelapan mobil. Namun dari hasil pemeriksaan lebih lanjut, ternyata Nomy juga terlibat dalam beberapa kasus lain seperti penggelapan, penipuan, dan tindak pidana korupsi.

 

Pasal yang dikenakan 372 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 4 tahun. Tapi untuk kasus yang lain juga berproses, total kerugian dari kasus yang dilakukan itu kurang lebih Rp 750 juta, kata Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Andriansyah Rithas Hasibuan.

 

Jurnalis Riyadi

author

Author: