Polres Sumenep Bersama Dinas SDA Dan Anggota DPRD Melakukan Pemeriksaan Ke Lokasi Penambang Ilegal Di Desa Kombang

Sumenep ( Jatim ) beritaimn.com

| Berdasarkan informasi aduan dan laporan dari masyarakat, Pemerintah Daerah dan Polres Sumenep langsung mengambil langkah cepat melakukan pemeriksaan ke tempat lokasi kegiatan galian/penambang batu putih/batu kapur ilegal di Desa Kombang Kecamatan Talango Kabupaten Sumenep, Selasa 24/08/2021.

Dikarenakan kegiatan penambang tersebut sangat meresahkan masyarakat sekitar, karena kegiatan tersebut sudah meluas nyampai di bawah tanah pemukiman warga.

Kedatangan Petugas Polres Sumenep dan Dinas Sumber Daya Alam (SDA) Kabupaten Sumenep, membuat sejumlah masyarakat setempat berdatangan untuk menyaksikan proses pemeriksaan petugas agar bisa bersikap tegas dan adil, dikarenakan sejumlah masyarakat sekitar sangat khawatir dengan kondisi galian yang sudah nyampe di bawah rumah warga terjadi ambruk.

Dari langkah dan sikap cepat Kepolisian Polres Sumenep dan pihak Pemkab Sumenep melalui bidang Sumber Daya Alam (SDA) Sumenep, mendapatkan sport yang baik dari masyarakat sekitar khususnya salah satu anggota DPRD Sumenep dari partai PKB.

“Aparat seperti ini yang diharapkan oleh masyarakat, aparat yang profesional ya harus menjemput bola langsung kebawah seperti ini bila ada persoalan, sebelum bola tersebut nantinya ditendang. Intinya petugas kepolisian langsung tanggap terhadap laporan/aduan masyarakat,” ucap H. Herman anggota DPRD Sumenep kepada wartawan saat di TKP.

H. Herman menilai kegiatan galian/penambang batu putih ilegal tersebut sudah merusak lingkungan dan alam sekitar, yang mana kekayaan alam yang ada di bumi Indonesia ini dilindungi oleh Negara.

Yang menjadi pertanyaan semua petugas dan masyarakat, pihak Pemerintahan Desa Kombang tidak ada satupun yang hadir pada kegiatan pemeriksaan tersebut.

Sedangkan salah satu media berupaya melakukan konfirmasi melalui telfon seluler dan chat WhatsApp kepada Holiq Kades Kombang, untuk pemberitaan belum juga ada tanggapan.

Karena kondisi galian tersebut sudah sangat menghawatirkan, sejumlah Warga bersikap tegas agar kegiatan galian tersebut harus diberhentikan dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Kegiatan tersebut harus diberhentikan karena sudah merusak lingkungan, yang kita menghawatirkan dibelakang hari nanti tanah dan rumah kami ini ambruk siapa yang akan bertanggungjawab,” cemas warga.

Adanya persoalan tersebut Polres Sumenep disaat dikonfirmasi oleh awak media belum bisa memberikan keterangan secara detail, dikarenakan masih baru dalam proses pemeriksaan, Kamis 26/08/2021.

( A.Zain / team )

author

Author: