Bisnis Pembuat Sertifikat Vaksin Palsu Terbongkar

Jumat 13 Agustus 2021

Klaten JATENG beritaimn.com

Program vaksinasi Covid-19 yang digencarkan pemerintah justru disalahgunakan oleh dua pemuda di Klaten. Dengan bermodal seperangkat komputer, dua pemuda itu menawarkan jasa pembuatan kartu sertifikat vaksin palsu meski belum pernah ikut vaksinasi Covid-19.

 

Kedua pemuda itu adalah YN (28) warga Dukuh Somoetan, Desa Ngering, Kecamatan Jogonalan dan EP (29) warga Dukuh Prambatan, Desa Blimbing, Kecamatan Karangnongko. EP bertugas membuat dan mencetak kartu vaksin palsu, sedangkan YN bertugas mencari pemasan.

 

Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Andriansyah Rithas Hasibuan mengatakan pengungkapan kasus pembuatan kartu sertifikat vaksin palsu itu bermula dari adanya informasi yang beredar di media sosial pada bulan Juli lalu. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil menemukan pelaku.

 

Kita mengamankan dua pelaku pada 23 Juli kemarin. Dua pelaku itu tugasnya masing- masing, ada yang membuat dan mencetak ada yang mencari pelanggan, ujarnya, Kamis (12/08/2021).

Dalam menjalankan aksinya, salah satu pelaku menawarkan jasa pembuatan kartu sertifikat vaksin tanpa harus menerima vaksin Covid-19 terlebih dahulu. Pelanggan cukup menyerahkan foto copy e- KTP. Kemudian oleh pelaku data dari e-KTP itu diedit dan dibuat kartu sertifikat vaksin.

 

Harganya beda- beda, kalau rata- rata ya Rp 70 ribu per satu kartu. Walaupun warga belum melaksanakan vaksin, tetap bisa dapat kartu sertifikat, tapi palsu. Jadi pelaku mengedit data termasuk barcode-nya, imbuh dia.

Pihaknya meyakini sudah lebih dari 50 pelanggan yang menggunakan jasa kedua pelaku ini. Saat diamankan dari kediamannya, polisi juga menemukan 14 kartu sertifikat vaksin palsu yang sudah jadi serta seperangkat komputer yang digunakan untuk mengedit kartu tersebut.

 

Kita jerat pasal 263 KUHP ayat 1 dengan ancaman penjara 6 tahun. Untuk pelanggan kita yakini sudah lebih dari 50 orang, jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Klaten AKBP Eko Prasetyo mengimbau kepada masyarakat agar tidak tergiur dengan jasa pembuatan sertifikat vaksin palsu. Pihaknya memastikan masyarakat akan mendapat kartu sertifikat asli apabila benar- benar sudah mengikuti program vaksin Covid-19.

 

Masyarakat jangan sampai tertipu. Karena kalau sudah vaksin pasti dapat kartu, dan itu sudah ada di aplikasi PeduliLindungi, pungkasnya.

 

 

 

Jurnalis Riyadi

author

Author: