Tilap Uang Pembebasan Lahan Rp 2,1 M, Dua Orang Jadi Tersangka

Klaten ( Jateng ) beritaimn.com

Satgas Anti Mafia Tanah Polres Klaten mengungkap kasus dugaan penggelapan uang pembebasan lahan di Desa Troketon, Kecamatan Pedan. Polisi menetapkan dua tersangka dalam kasus ini yang berperan sebagai perantara antara pihak investor dan pemilik lahan.

Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Andriansyah Rithas Hasibuan mengatakan kasus ini terjadi pada tahun 2019 lalu. Bermula saat adanya seorang investor dari Korea Selatan yang bermaksud hendak membeli tanah di Desa Troketon. Investor itu butuh lahan lima petak untuk mendirikan pabrik.

Pihak investor itu kemudian berkomunikasi dengan perantara tanah berinisial EP. Selanjutnya EP bekerjasama dengan salah satu teman perempuannya berinisial SK. Kepada EP dan SK, pihak inveator sudah membayar lunas untuk lima petak lahan di Desa Troketon.

Orang Korea ini selaku investor ingin mendirikan pabrik di Pedan. Uang sudah dibayar lunas untuk lima blok, yang empat blok sudah dibayarkan tapi ternyata yang satu blok belum selesai pembayaran kepada petani (pemilik lahan), ujarnya, Jumat (27/08/2021).

Pihaknya mengaku uang untuk pembebasan sisa satu petak lahan yang tak kunjung rampung itu ternyata diselewengkan EP dan SK. Keduanya diduga menilap uang untuk pembebasan lahan itu senilai kurang lebih Rp 2,1 miliar. Akibatnya, proyek pembangunan pabrik terhambat. 

Satgas Anti Mafia Tanah Polres Klaten kemudian menetapkan EP dan SK sebagai tersangka dalam kasus penggelapan ini. EP dan SK selanjutnya dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penggelapan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Kasus ini sudah gelar perkara di Polda Jateng. Sudah berproses dan saat ini sedang melengkapi P19, pungkasnya.

Jurnalis Riyadi

author

Author: