Pemdes Karyamulya : Launching Pembagian Budidaya Tanaman Cabai Rawit, Dukung Pemulihan Ekonomi Ditengah Pandemi Covid-19

KARAWANG, Berita.IMN.com – Upaya mendukung pemulihan ekonomi di masa pandemi covid-19 yang saat ini masih berlangsung. Pemerintah Desa (Pemdes) Karyamulya Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang launching pembagian budidaya tanaman cabai rawit yang sumber anggarannya diambil dari dana desa tahap II tahun 2021 di gedung TPS3R Desa Karyamulya.

Turut hadir dalam acara, Camat Batujaya Irlan Suarlan, Kapolsek Batujaya AKP H. Edi Karyadi, Koramil Batujaya yang diwakili Babinsa Desa Karyamulya, UPTD Pertanian Kecamatan Batujaya, BPD, LPM, tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Kepala desa Karyamulya, Alek Sukardi mengatakan kegiatan digelar dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi masa pandemi Covid-19 di wilayah Desa Karyamulya melalui pemanfaatan pekarangan untuk peningkatan pengembangan pangan.

“Hari ini kita melaksanakan beberapa kegiatan, yang pertama pembagian masker kepada pengguna jalan di lingkungan desa Karyamulya dan dilanjutkan launching pembagian bibit cabai rawit atau ceplik untuk warga di lima dusun,” ujar Kades, Kamis (24/6/2021).

Menurutnya, Pembagian bibit tanaman cabai rawit secara simbolis diberikan oleh Camat Batujaya, Kapolsek Batujaya Banbinsa Karyamulya, MP Kecamatan Batujaya kepada tiap-tiap kepala dusun. Setiap kepala keluarga di lima dusun diberikan lima pohon bibit tanaman, meskipun tidak menutup kemungkinan ada yang minta sampai 10 pohon.

“Kita memberikan 200 pohon setiap kepala dusun, berarti 5 dusun sebanyak 1000 pohon. Bibit cabai rawit yang diberikan tingginya sudah mencapai 30 centimeter, karena kemungkinan-kemungkinan matinya lebih kecil, besar kemungkinan berkembang hidupnya,” tandasnya.

Kades mengungkapkan kalau memang prospeknya bagus, baik itu kepedulian masyarakat terhadap tanaman ini dan juga perkembangan pertumbuhan tanaman yang bagus, kita akan tambah dua kali lipat dari apa yang sudah kita bagikan. Untuk perawatan sehari-hari oleh warga, kita dari pemdes akan memberikan pupuk, perangsang buah, penyemprotan anti hama.

Kalau umpamanya 2000 pohon, per pohonnya kita menghasilkan 3 ons atau 0,3 kg, maka sekali panen kita akan punya 6 kuintal. Dan hasilnya nanti untuk warga yang merawatnya dan sebagian untuk pemdes sebagai pengganti biaya pupuk dan obat penyemprotan.

“Pemberdayaan yang hari ini kita laksanakan sudah dengan kajian-kajian artinya bahwa tanaman itu sudah kita uji cobakan beberapa bulan yang lalu dan hasilnya sangat baik,” pungkasnya.
( Red/mad).

author

Author: