Waduh!! Oknum Kepala Pustu Hiligawoni sebut Kades tutup mata, Dengan Bayar Sejumlah Uang Sebagai Pelicin

NIAS UTARA SUMUT || Berita.IMN.comKepala Pustu Desa Hiligawoni sebut Kepala Desa dapat menandatangani daftar hadir bidan Desa yang bertugas di desa meskipun tidak hadir hanya dengan membayar sejumlah uang sebagai pelicin sehingga kepala desa seakan pura-pura tidak tau masalah kehadiran oknum petugas kesehatan di Desa tersebut.

Hal itu di ungkapkan oleh oknum Kepala Pustu Desa Hiligawoni Kecamatan Alasa Kabupaten Nias Utara berinisial H yang berstatus ASN dalam sebuah grup WhatsApp dengan icon grup “UPTD PKM ALASA 19”

inisial H mengucapkan melalui pesan singkat grup WhatsApp “tidak sama sih dek…
Krn, dalam masa tahun 2010 sampai tahun 2017 adanya PTT Pusat.
Jdi, kalau SPT dan SK lengkap langsung dari kementrian.
• minta tolong di perjuangkan.
• masa sih kita kalah sama kepala desa yang bisa diTUTUP MATANYA pakek lembaran uang, shg pura2 tdk Tau kebenaran kehadiran kawan2 di desa”. ucap ASN tersebut melalui pesan singkat grup whastapp begitu spontan.

Salah seorang PTT Puskesmas Alasa yang enggan di sebutkan namanya yang bertugas di UPTD Puskemas Alasa saat di konfirmasi oleh awak media Berita IMN.com melalui telekomunikasi seluler dengan nomor +62 852-7xx1-xxxx, Senin (13/12/21) membenarkan chat whatsapp oknum kepala Pustu Desa Hiligawoni tersebut. Dan ianya sangat tidak sependapat dengan Kepala Pustu desa Hiligawoni berinisial H tersebut. ia mengatakan “saya beberapa kali datang ke desa-desa dan menanyakan kehadiran para petugas kesehatan di Desa tersebut dan kepala Desa mengatakan bahwa mereka tetap hadir. Nah, yang anehnya pernyataan dari pada saudari H tersebut entah berasal dari mana hingga saudari Kepala Pustu yang berstatus ASN beraninya melontarkan tulisan seperti itu di grup internal kami.” tandasnya

ianya berharap “saya berharap agar masalah ini dapat diproses sehingga hubungan baik kita yang telah terbangun selama ini antara Desa-Desa di kecamatan Alasa dengan UPTD Puskesmas Alasa tidak sampai rusak hanya karena perbuatan salah seorang oknum, dan bila mana juga pernyataan saudari H tersebut benar adanya dan punya bukti yang akurat, maka oknum kades tersebut lebih baik di laporkan saja.” harapnya

Hingga berita ini diturunkan awak media sedang berusaha mengonfirmasi hal ini ke pihak-pihak terkait.

Reporter : M90.

author

Author: