Pertemuan Sejumlah Wartawan Dengan PT Garam Persero, Untuk Menyampaikan Aspirasi Masyarakat

SUMENEP Jatim beritaimn.com

 

| Berdasarkan banyak keluhan masyarakat di Desa Pinggir papas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep yang masih tidak memiliki lahan pekerjaan tetap, berharap bisa menggarap lahan tambak garam yang tidak produktif milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT. Garam Persero dengan sistem bagi hasil.

 

Dari hal itu, sejumlah Wartawan yang tergabung dalam organisasi Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) perwakilan Sumenep melakukan pertemuan dengan Kades Pinggir papas, setelah itu dengan pihak PT Garam Persero, guna untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Pinggir papas agar bisa didengar dan dicarikan solusinya, di gelar di Cafe/Resto Lososa depan kantor pusat PT Garam Persero di Kalianget, 11/08/2021.

 

Menurut keterangan dari ERFANDI selaku koordinator PJI perwakilan Sumenep menyampaikan bahwa, dirinya bersama teman teman siap membantu menyampaikan aspirasi masyarakat Pinggir papas agar bisa memiliki lahan pekerjaan yang bekerja sama dengan PT Garam Persero untuk bisa menggarap lahan yang tidak produktif agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

 

“Kami bersama tim akan menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat kepada pihak PT Garam Persero dan Pemerintah setempat, agar ada perhatian kepada masyarakat Pinggir papas sehingga bisa memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat sekitar, bukan hanya orang orang tertentu saja yang bisa bekerjasama dengan PT Garam Persero untuk mendapatkan lahan tambak garam untuk dikelola dan mencari keuntungan dari masyarakat yang menggarap,” ujar Erfandi kepada awak media.

 

Erfandi berharap di dalam pertemuan diskusi dengan pihak PT Garam Persero, dapat perhatian dan kerjasama yang baik dari PT Garam, sehingga memperbolehkan lahan yang tidak produktif untuk dikelola masyarakat setempat agar bisa bermanfaat dan bisa memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat Pinggir papas.

 

 

“Kami berharap ada perhatian dari Pemerintah dan PT Garam untuk bisa mengelola lahan tambak di lokasi 105 yang tidak produktif, agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Pinggir papas sebagai lahan pekerjaan untuk menggarap garam, agar mereka tidak lagi merantau ke Jawa yang meninggalkan anak, orang tua dan saudara hanya untuk menggarap lahan garam demi sesuap nasi ” ucap Erfandi.

 

 

 

Dalam pertemuan sejumlah Wartawan dengan pihak PT Garam, Mifta selaku Humas belum bisa memberikan jawaban atas aspirasi masyarakat yang berharap untuk menggarap lahan tambak milik PT Garam Persero yang tidak produktif agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Pinggir papas.

 

 

“Kami belum bisa memutuskan terkait masyarakat ingin mengajukan permohonan untuk mengelola lahan, kita perlu melakukan pembahasan ini dengan pihak aset dulu,” Jawab Mifta kepada media, 12/08/2021. 

 

Sebelumnya sejumlah Wartawan sempat kecawa dengan sikap pihak PT Garam Persero yang begitu lama tidak menemui, sedangkan tujuan pertemuan itu hanya untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Pinggir papas yang ingin bekerjasama untuk menggarap lahan, dan menanyakan kerjasama PT Garam Persero dengan Yayasan dan Lembaga yang sudah berjalan dalam pengelolaan lahan.

 

Meskipun sebelumnya sudah melakukan konfirmasi melalui Humas PT Garam untuk bertemu, tapi masih menunggu berjam-jam dari pukul 12.24 wib sampai pukul 14.15 wib, baru ditemui oleh pihak PT Garam Persero yang diantaranya Mifta selaku Humas dan Supardi selaku aset. (A.zain )

author

Author: