Penyusunan Revisi RTRW Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Digelar Di Hotel Aston Manado

BOLMUT SULUT, Berita.IMN.com Dalam rangka penyusunan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Ibu Kota Kabupaten diselenggarakan di Hotel Aston Manado, Kamis (11/11/2021).

Pembahasan RTRW Bolmong Utara menceritakan, bahwa kegiatan tersebut dipilih di Kota Manado, agar nara sumber tidak perlu repot-repot ke Bolmut, sehingga lebih efektif dalam penyelenggarakan kegiatan tersebut.

Sementara soal publik yang dihadirkan dari Bolmut, diharapkan dapat berorientasi langsung dengan kondisi kota Manado Provinsi Sulawesi Utara, sekaligus dapat melihat langsung kemajuan Kota Manado agar apa yang dipandang baik dapat juga dibuat di Boroko, sebagai Ibu Kota.

Sementara  ditengah badai covid 19 yang belum memperlihatkan adanya akan tanda-tanda meredah, nampaknya kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum. Bolmut, tidak tepat,” ujar ketua Kasus Jejak HP.

Menurutnya, rakyat Bolmong Utara, saat ini membutuhkan program pemerintah yang nyata dan jelas dapat menopang ekonomi rakyat maupun daerah, sehingga pertumbuhan ekonomi rakyat dan daerah dapat terjaga dan dapat menghindari dampak pandemic Covid yang masih ada Pada saat ini.

Kalau kemudian pihak Dinas Pekerjaan Umum Kab. Bolmut menggelar Konsultasi Publik II, di Kota Manado Bertempat Hotel Aston, apa yang bisa diuji dan didiskusikan oleh rakyat Bolmut terkait RTRW dan RDTR tersebut.

“Adakah orientasi kegiatan dan konsep ini, hanya disasarkan untuk menghabiskan anggaran dan menghambur-hamburkan keuangan daerah atau apa, sementara dipihak lain tidak dapat teruji secara patut oleh rakyat Bolmong itu, sendiri,” Ungkap tegas.

Apalagi menurut HP yang dikenal juga sebagai aktivis yang cukup vokal Tingkat kabupaten Kota Provinsi sampai tingkat Nasional, kegiatan tersebut, hanya menghadirkan anggota DPRD Kab. Bolmut, sebagian aparat Pemerintah daerah, serta Sangadi, Camat dari seluruh kabupaten Bolaang Mongondow.

Lantas kalau esensinya konsultasi publik II, dimana represantasi publik atau rakyat dari daerah Kabupaten Bolmong Utara,” tanya HP. “Kegiatan ini nampaknya sudah tidak benar dan terkesan seenaknya dan cenderung menghambur-hamburkan uang saja,” tukasnya.

Masi menurut HP, sepatutnya digelar di daerah untuk menopang ekonomi rakyat kecil, sebab sudah menjadi kewajiban Pemerintah Daerah untuk melakukan konsultasi publik betul-betul menyentuh dengan kepentingan dan suara asli rakyat.

Apalagi saat ini, Pemerintah Pusat lagi getol-getolnya untuk berusaha melakukan pemulihan ekonomi di daerah, sehingga RTRW benar-benar tepat dipetakan berdasarkan kebutuhan dan kepentingan Pembangunan daerah demi rakyat di daerah Bolmong Utara. “Semoga sorotan saya, menjadi perhatian Pemerintah Bolmong Utara,”

Menutup ucapan Aktivis tersebut yang langsung di Pantau di tempat Kegiatan tuk hari Kedua, bayak kursi kosong disaat Nara sumber menjelaskan materi materi dan nara sumber tidak bisa berbuat banyak dan hanya menyentuh kata tuk para peserta yg tertinggal supaya kita tidak mengingat ingat Mall yang tidak jau dari Hotel tempat kegiatan RTRW. Tutup HP.

(Tim JS).

author

Author: