Pembangunan Jembatan Penyebrangan Saluran Irigasi Di Desa Kemiri Jayakerta Diduga Tidak Sesuai RAB

KARAWANG, Berita.IMN.com pembangunan jembatan penyebrangan saluran irigasi yang dikerjakaan dibeberapa titik atas Aspirasi dari Dewan praksi PKB, salah satunya yang ada di Rt.15 Desa Kemiri, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, yang dikerjakan oleh CV. Nusa Raya dengan pengerjaan 60 hari kerja, diduga asal-asalan tanpa pengawasan yang ketat, Sabtu (18/9/2021).

Dari pantauan Awak media di lokasi, Pembangunan jembatan di Desa KemiriĀ  dibangun dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( PUPR ) Kabupaten Karawang, dari sumber anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 1 tahun 2021, dengan pagu anggaran Rp. 196.300.000,- ( Seratus Sembilan Puluh Enam Juta Tiga Ratus Ribu Rupiah ) diduga tidak sesuai Rancangan Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis pengerjaan, terlihat besi untuk balokan mengunakan besi 19 dioplos dengan besi 16 serta cincin menggunakan besi 12 dan besi 10, pengawasan dari dinas terkait pun tidak ada dilokasi, hal tersebut sangat rentan terindikasi dugaan mark’up untuk mendapatkan keuntungan lebih.

Sedangkan menurut pengakuan Salah seorang Pekerja asal sungaiula R ( inisial ) mengungkapkan, pengerjaan di Rt.15 ini baru berjalan hampir 25 hari kerja, dan untuk pembangunan Jembatan yang ada di Desa Kemiri ini ada 5 titik jembatan,” yang sudah diampar terpasang besi baru 3 titik, dan yang duanya beleum terpasang ,” ungkap salah satu pekerja pada saat di konfirmasi di lokasi pekerjaan.

Hal ini dikatakan A.pian selaku Ketua DPC Sundawani Kecamatan Jayakerta pada saat dihubungi Via ponsel selulernya menegaskan, seharusnya dalam pembangunan jembatan yang ada diwilayah Desa kemiri dari Aspirasi Dewan Praksi PKB dalam pelaksanaannya seharusnya mengacu pada RAB.

Namun pada kenyataannya, pekerjaan terlihat diduga asal asalan tidak mengacu RAB dari pembesian balokan saja dioplos dan besi cincin di campur,” itu sangat jelas dengan sengaja pelaksana ingin meraup keuntungan lebih, dan dalam ini pembangunan jembatan di desa kemiri kualitas dan kualitas dipertanyakan,” Tegasnya A.piyan.

Lebih lanjut, piyan berharap kepada pengawas dinas PUPR Kabupaten Karawang agar segera turun langsung kelokasi untuk melihat langsung kondisinya.” Pembangun jembatan ini jadi sarana pedukung berpungsinya ekonomi yang dirasakan masyarakat khususnya petani,”pungkasnya.

( Team ).

author

Author: