Pekerjaan Pembangunan Proyek Turap Di Dusun Babakan Medangasem Di Duga Asal Jadi Dan Ada Penyusutan Lebar Pondasi

 

KARAWANG | Berita.IMN.com – Sedang berlangsungnya kegiatan pembangunan proyek turap di Dusun Babakan Rt.009 Rw.003 Desa Medangasem, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, menjadi pusat perhatian publik bagi masyarakat setempat, Selasa (6/7/2021).

Pantauan Berita.IMN.com, di lokasi Diduga penerapan pemasangan pondasi tidak sesuai Spac, tampak terlihat jelas pemasangan batu kali pondasi hannya ditumpuk menyusun di atas genanangan air dan tidak memakai adukan pasir semen. yang semestinya pemasangan pondasinya dengan Lebar bawah 40Cm namun faktanya dipasang hanya 30Cm saja.

Anggaran dana pemerintah adalah uang rakyat, maka dari itu, Presiden Republik Indonesia sering menghimbau kepada warga masyarakat bilamana ada peroyek pembangunan yang didanai uang pemerintah, masyarakat berhak mengontrol serta memantau pekerjaan tersebut diwilayahnya masing masing.

Akan tetapi masih ada diantara sebagian oknum rekanan pekerja CV yang mendapatkan tender, namun dalam melaksanakan pekerjaan peroyek pembangunannya tidak sesuai (nakal).

Pemasangan Turab secara umum, pondasi objek dasar digelar adukan semen pasir dahulu baru dipasang batukali, bukan malah berbalik, digelar batukali dulu baru atasnya dikasi adukan, jika ini terjadi khawatir ketika musim penghujan atau banjir turap bisa Ambruk.

Proyek pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV. LEVITA PUTRI. dengan volume panjang = 2x 120, 50 M’ Tinggi = 0,80 M’ serta biaya Rp. 144.201.000,00 (seratus empat puluh empat juta dua ratus satu ribu rupiah) di ambil melalui sumber dana APBD Kabupaten KARAWANG Tahun 2001.

Patut disorot pelaksanaan Turap tersebut karena rentan dikerjakan semena-mena, karena fakta yang terjadi di lapangan pemasangan dasar pondasi batu kalinya, menempel langsung kedasar tanah, tata letak dibawah batukali Tak ada adukan pasir semen.

Salah satu warga masyarakat di seputar pelaksanaan pekerjaan yang namanya tidak mau dipublikasikan menurutnya, “untuk pemasangan Turap mulanya tanah digali setelah digali walaupun banyak Airnya langsung ditumpuk batukali selanjutnya diatas tumpukan batukali di tabur pasir semen kering saja.seperti itulah pemasangan awal mula dasar pondasi” ujarnya.

Tambah salah satu warga, dirinya berharap kepada pengawas proyek dan semua intansi yang berperan dalam pembangunan ini agar segera meninjau dan mengkroscek kegiatan tersebut.

“Kepada Bapak pengawas kegiatan di minta agar meninjau dan mengkroscek kagiatan ini, karena bagaimana pun, terlaksananya suatu kegiatan tersebut didanai dari hasil pajak masayarakat setempat. Jangan di kerjakan asal-asalan begini, supaya kami sebagai masyarakat setempat, dapat merasakan dan memanfaat kan bangunan ini lebih lama,” tutupnya.

Ditempat yang sama, salah satu pekerja yang mengaku dari pedes, enggan di publikasikan namanya mengatakan,“kegiatan pekerjaan Turap pondasi Lebar bawah 30cm tinggi 0,80 M.adapun masalah nama atau bos CV. LEVITA PUTRI saya tak kenal,” Pungkasnya.

Dengan tetap mengacu pada “azas praduga tak bersalah” berharap agar pihak-pihak yang berkompeten yang dalam hal ini pihak dinas PUPR serta pengawas lapangan saatnya turun gunung, apabila ditemukan pelanggaran dan atau pelaksanaan TURAP tersebut tidak sesuai, “misal dalam kualitas mengangkangi UU Kontruksi”, maka instansi KPA berhak pending keuangan anggarannya.
(Tim).

author

Author: