Pasca Demonstrasi : Masyarakat Kecamatan Tlanakan, Beranikan Diri Untuk Laporkan PDAM Kepada Mabes NGO

PAMEKASAN, Berita.IMN.com Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pamekasan pada hari Selasa 7 September 2021 kemarin, sempat didemo oleh ratusan pelanggannya bersama Mabes NGO, kini masyarakat sudah mulai memberanikan diri untuk melaporkan permasalahan-permasalahan mereka terkait air PDAM kepada Mabes NGO.

Abdus Marhaen Salam (Wapres Mabes NGO) mengatakan bahwa pasca demonstrasi masyarakat semakin banyak yang melaporkan masalah air PDAM.

“Pasca demonstrasi kita ke PDAM kemarin ternyata masih banyak permasalahan yang muncul, diantaranya dari masyarakat Desa Tlesah Kecamatan Tlanakan dan Desa Panglegur, mereka mengeluhkan mahalnya penyambungan ulang air yang mencapai Rp. 2.000.000,- padahal mereka tidak pernah meminta untuk di putus, bahkan pihak Petugas sendiri tidak pernah¬† melakukan sosialisasi atau pemberitahuan sebelumnya terkait pemutusan ini.” Jelas Marhen di Kantor N.G.O, Senin (13/09/2021).

Terkait hal ini kami  mendatangi salah seorang pelanggan PDAM yang ada di Desa Tlesah Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan yakni Pak A (inisial) untuk diwawancarai terkait air PDAM. Dalam kesempatan itu Pak A mengatakan bahwa ada 6 Pelanggan yang di putus dan hanya ada dua yang di sambung, kalau mau nyambung lagi maka harus bayar lagi.

“Itu yang di putus ada 6 Pelanggan, 2 rumah sudah disambung lagi, sementara sisanya tidak disambung kembali, kalau mau disambung lagi harus bayar lagi, padahal kami kan pelanggan lama.” Terangnya.

Sementara itu, presiden Mabes NGO secara terpisah mengatakan bahwa sistem pengelolaan PDAM saat ini ada yang tidak sehat.” Melihat dari banyaknya persoalan PDAM yang dikeluhkan masyarakat ditambah lagi dengan meruginya PDAM, kuat keyakinan saya bahwa ada sistem pengelolaan yang tidak sehat. Sementara Bupati sendiri Pada hari ini melaunching pendistribusian air bersih Tahun 2021, kami berharap air bupati ini tidak diambilkan dari sistem yang tidak sehat ini,”ungkapnya.

Lebih lanjut Wer Wer (sapaan akrab Zaini) berharap Direktur PDAM diganti atau pengelolaannya diserahkan kepada swasta jika pemerintah tidak mampu.” Kalau pemerintah sudah tidak mampu mengelola perusahaan air bersih milik pemkab ini, mending direkturnya diganti, kalau tidak ya bubarkan saja dan lebih baik di pihak ke tigakan (di swastakan) agar pengelolannya lebih sehat dan dapat membuka lapangan pekerjaan kepada masyarakat agar masyrakat tidak di rugikan akibat sistem PDAM yang tidak sehat ini.” Pungkasnya.

(Ifa/Ah).

author

Author: