Merespon Keluhan Masyarakat Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu S.Pd Bersama Dua Anggota DPRD : Akhirnya Tinjau Proyek Pengaspalan Jalan Hotmix Di Desa Lolo’ana’a, Kecamatan Alasa

 

Foto : Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu S.Pd Bersama Dua Anggota DPRD Tinjau Proyek Pengaspalan Jalan Hotmix Di Desa Lolo’ana’a, Kecamatan Alasa

NIASUTARA SUMUT,Berita.IMN.com – Merespon keluhan masyarakat kecamatan Alasa, kabupaten Nias Utara, terkait proyek pengaspalan jalan hotmix di desa Lolo’ana’a menuju desa Harefanaese, kecamatan Alasa Talu Muzoi, yang dinilai masyarakat berkualitas kurang baik, Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu,S.Pd., turun memantau langsung pekerjaan proyek tersebut.

Sebelum tiba di Lolo’ana’a, bupati meninjau hasil pengerjaan jalan hotmix di desa Hilimbowo Kare menuju kantor camat Alasa Talu Muzoi. Diperjalanan menuju Lolo’ana’a, kecamatan Alasa, beberapa titik ruas jalan yang mengalami keretakan akibat hujan deras sejak dua pekan terakhir, dan juga beberapa unit duikerplat yang sudah termakan usia dan mengalami kerusakan, tidak luput dari pantauan bupati.

Selain bupati Nias Utara, dua anggota DPRD Nias Utara terpilih dari daerah pemilihan III (tiga), masing-masing Dusman Zebua dan Deliana Zalukhu, ikut bersama dengan bupati.

Setibanya di desa Lolo’ana’a, Bupati Amizaro Waruwu,S.Pd, langsung mendatangi lokasi pembangunan jalan yang diduga ada kejanggalan pengerjaan, sebagaimana yang ditulis beberapa media selama ini maupun yang disampaikan langsung oleh masyarakat pemerhati pembangunan di daerah itu.

“Asumsi dari satu nilai komunikasi di media itu tidak seperti yang terbaca, tetapi seperti yang kita lihat, makanya kita hadir di sini, artinya posisi kita, mau melihat bagaimana yang sebenarnya, dan seperti apa kenyataannya” ujar bupati kepada beberapa media saat tiba di Lolo’ana’a, Sabtu, (28/8/2021).

Terkait beberapa hal yang disampaikan oleh masyarakat, salah satunya dugaan kualitas aspal yang kurang memadai, menanggapi hal itu, bupati meminta kepada Murni Panjaitan,S.T., selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2 Bidang Bina Marga, yang turut hadir saat itu, agar sebelum melakukan pembayaran kepada rekanan, hasil uji lab dari standar kulitas pembangunan yang terealisir diserahkan kepada bupati untuk membuktikan dan membuat keyakinan bersama.

“Saya minta kepada PPK, sebelum dibayarkan nanti, ampaikan ke saya hasil lab daripada standar kualitas pekerjaan ini, dan itu juga untuk membuat keyakinan kita bersama, dan kedua dimana yang terlihat mengalami kerusakan supaya dengan segera dilakukan patching,” ujar bupati.

Selain itu, bupati juga menegaskan kepada rekanan dan pihak penanggungjawab pelaksana, agar Standar Operasional Prosedur setiap kegiatan dari pemerintah supaya dapat dihargai.

“Apa yang menjadi SOP dari setiap kegiatan dari pemerintah juga tolong dihargai, kehadiran kami di sini tidak dalam posisi jalan-jalan, tetapi memang keseriusan kami atas informasi yang telah kita dapat, baik langsung mapun melalui media,” ujar Amizaro.

Sementara itu, Anggota DPRD Nias Utara yang bersama bupati pada saat itu, Dusman Zebua, mengatakan bahwa ketika menerima informasi terkait keluhan masyarakat, langsung meneruskan kepada dinas PUPR untuk segera ditindaklanjuti.

Tidak hanya itu, Dusman meminta pemerintah dalam hal ini dinas PUPR Nias Utara, supaya tidak menutup diri dari setiap informasi yang disampaikan oleh masyarakat, hingga menyinggung tentang kualitas aspal hotmix di Alasa yang terbangun pada tahun 2019 yang lalu, dan kenyataannya di beberapa titik sudah mulai terjadi kerusakan, dan kondisi itulah yang membuktikan kualitas dari setiap pekerjaan yang hakekatnya tidak dinikmati dengan rasa nyaman oleh masyarakat alias asal jadi.

“Masyarakat dan saya juga sebagai wakil rakyat disini, tidak menghendaki terjadi hal demikian, jadi informasi yang disampaikan ini kita bersyukur sebetulnya, ada control sosial dari masyarakat,” ujar Dusman.

Selanjutnya, masih Dusman, mengaku bahwa pada saat pertama penghamparan aspal yang dimulai dititik nol, ada orang yang ditunjuknya sebagai spion untuk melihat kegiatan awal dari rekanan memulai pengaspalan.

“Sebetulnya ada orang yang saya tunjuk pada saat itu disini, jam 10.00 wib pagi aspalnya tiba dan hujan sampai jam 15.00 wib sore, dan dihampar pada pukul 16.00 wib, makanya jangan juga menganggap kita terlalu benar, dan catatan- catatan itu mari kita benahi, mutu pemasangan aspal pada patok dekat ujung pengaspalan disana, sedikit terlihat baik, dibanding kualitas aspal di patok awal,” jelas Dusman sambil menunjuk aspal tempatnya berdiri.

Sementara PPK-2 Bidang Bina Marga, Murni Panjaitan, S.T., mengaku bahwa menjadi seorang PPK sudah 8 tahun ia geluti, dan tidak bermain-main di setiap pekerjaan, dan secara teknis mempertanggungjawabkan pekerjaan yang sedang dilaksanakan.

“ Saya sebagai PPK disini, walaupun saya bukan putra daerah, dan saya jadi PPK sudah hampir 8 tahun, dan tidak bermain-main di pekerjaan, dan untuk pekerjaan disini siap secara teknis mempertanggungjawabkannya, dan bukan saya orang bodoh, saya terima-terima saja pekerjaan rekanan,” kata Murni menutup.

Reporter : Meiman Waruwu

author

Author: