Mengenang Sejarah Rawagede, Komunitas Berbaur Gelar 912 Napak Tilas Ngarumat Jagat Di Balongsari-Rawamerta

KARAWANG || Berita.IMN.com Ratusan Komunitas berbaur dan memadati Area Monumen Rawagede, mulai dari Pemerhati lingkungan, Budayawan, Karang Taruna, dan berbagai element masyarakat lainnya, digagas oleh Masyarakat Karawang Bersatu ( MKB ), berkumpul menggelar kegiatan 912 Napak Tilas Ngarumat Jagat, yang diselenggarakan selama tiga hari, Kamis sampai dengan Sabtu (9-10-11/12/2021), di Area Monumen Rawagede yang tepatnya berada di Desa Balongsari, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang.

Dalam acara yang disebut Ngarumat Jagat tersebut, diawali dengan tabur bunga di area Makam Pahlawan Rawagede, lalu penanaman pohon tak jauh dari Monumen Rawagede, kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Karawang, Dandim 0604, Kapolres, Camat beserta unsur Muspika, Kepala Desa, tokoh Masyarakat, serta Komunitas pemerhati lingkungan budayawan, dan seluruh Komunitas dan unsur masyarakat.

Tak hanya itu saja, banyak rangkaian kegiatan bernuansa budaya dengan kearifan lokal yang akan digelar dalam acara tersebut, seperti halnya murak timbel (membuka bekal makanan) papahare, yaitu membuka timbel dan makan bersama, di ikuti oleh peserta dari komunitas, diskusi lingkungan, dan rangkaian kegiatan di hari berikutnya diadakan lomba Kaulinan Budak (Mainan anak),  Pentas Seni dan Budaya, dan rencananya juga di puncak acara akan ada Kirab Merah Putih, ngarak Odong-odong, Dongdang dan Tumpeng hingga Pajang Jimat.

Disampaikan Yudi Wibiksana selaku Panitia Penyelenggara, acara 912 Napak Tilas Ngarumat Jagat, ia meyampaikan terima kasihnya kepada ibu bupati, pak Dandim, Kapolres, serta unsur perangkat lainya bersama- sama masyarakat menanam bibit pohon, disekitar petilasan rawagede.

“Itu pertanda bahwa pemerintah sudah ngarumat jagad, sebagai simbol turut serta merawat jagad,” ungkapnya.

Lanjut yudi, Ngarumat jagat merupakan salah satu tradisi masyarakat sunda khususnya di Karawang yang memiliki nilai diantaranya sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allat SWT, sebagai upaya menjaga dan melestarikan alam, sebagai wadah untuk bersilaturahmi, dan sebagai nilai gotong royong.

“Kita juga berharap, melalui kegiatan semacam ini ke depannya dapat memunculkan potensi-potensi penduduk lokal yang bernilai ekonomi serta dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Insya Allah Ngarumat Jagat ini juga akan dijadikan sebagai event tahunan,” jelasnya.

( NN/Mad).

author

Author: