Masyarakat Desa Hilisebua Siwalubanua : Butuh Perhatian Serius Pemda Nias Utara, Jembatan Moawoi Prihatin Rusak

NIAS UTARA, Berita.IMN.com – Jembatan Moawoi merupakan gerbang utama bagi kendaraan yang  memasuki wilayah desa Hilisebua siwalubanua, kecamatan Alasa, kabupaten Nias Utara. Jembatan kayu, yang  berlokasi di Dusun I Hilisebua RT.02 Buazilimo, berdiri membelah Sungai Moawoi yang memiliki ukuran panjang kurang lebih 20 meter. Kondisi fisik jembatan pasca banjir sejak dua tahun yang lalu hingga sekarang sangat memprihatinkan, disamping itu, bagian-bagian jembatan juga mengalami pelapukan karena termakan usia.

Dari Pantauan wartawan Berita IMN.com di lokasi, Minggu (13/6/2021), terlihat jembatan sudah posisi miring dan sulit dilewati kendaraan. Diduga salah satu pondasi pada tiang tengah anjlok akibat dihantam arus air waktu banjir. Untuk Mengantisipasi ketidak lancaran kegiatan ekonomi masyarakat, berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah desa bersama masyarakat, sebagaimana penuturan salah satu warga masyarakat desa Hilisebua siwalubanua kepada wartawan pada Minggu kemarin.

“Sejak dua tahun lalu, Jembatan Sungai Moawoi ini hampir ambruk dan terputus akibat ditendang banjir besar, dan saat itu  mengakibatkan kelumpuhan pada akses kegiatan ekonomi masyarakat desa,” ungkap salah satu warga.

Berkat kesigapan pemerintah desa Hilisebua siwalubanua, selama beberapa kali  melakukan upaya perbaikan seadanya pada jembatan Pertama, pemerintah bersama warga masyarakat melakukan penggantian rel jembatan menggunakan batang kelapa, Tetapi, hanya bertahan selama beberapa bulan saja, karena jembatan ini merupakan salah satu akses penunjang kegiatan ekonomi masyarakat desa, dan setidaknya dua kali dalam satu minggu dilewati oleh kendaraan roda empat dan juga roda enam yang mengangkut hasil komoditi masyarakat, kembali melakukan penggantian papan jembatan dengan menggunakan  papan kayu yang dipasang melintang dan dibuat menjadi rel setiap kendaraan yang lewat.

“Baru beberapa bulan saja, papan ini sudah lapuk dan hampir sudah tidak bisa dilalui lagi kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat”, tutur AM kepada awak media.

Lebih jauh AM menjelaskan, bahwa kekuatan fisik jembatan sat ini sangat diragukan, dan jika tidak diantisipasi sesegera mungkin akan membahayakan warga yang melintas terutama yang menggunakan kendaraan. Dan yang paling memprihatinkan adalah dampak pada kegiatan ekonomi masyarakat desa ketika jembatan bertambah rusak hingga tidak tidak dapat dilewati lagi oleh kendaraan.

“Jika jembatan Sungai Moawoi terputus maka dampaknya  masyarakat tidak dapat memasarkan lagi hasil komoditinya dengan harga yang bagus, karena semua alat angkut yang setiap kali dalam seminggu datang  di wilayah desa Hilisebua untuk membeli hasil komoditi masyarakat, baik itu  karet, coklat, pisang dan lain sebagainya akan berhenti total”, jelas AM.

Sementara itu, warga menambahkan, masyarakat desa Hilisebua siwalubanua bersama tokoh-tokoh memohon perhatian serius dari pemerintah kabupaten Nias Utara  agar jembatan Moawoi ini dapat segera diperbaiki.

“Kami memohon perhatian serius dari pemerintahan kabupaten Nias Utara yang baru, sudi kiranya dapat mengalokasikan anggaran untuk rehab jembatan Sungai Moawoi ini, bahkan kami sangat berterimakasih jika fisik jembatan ini dapat dipermanenkan sehingga akses kegiatan perekonomian masyarakat dapat semakin bertambah baik dan lancar, ekonomi masyarakat sehat,  PAD juga bertambah,” ujar AM memohon dengan belas kasihan tutup penjelasannya.

(H WARMAN HULU ).

author

Author: