Kades Tidak Ada Ketegasan Terhadap Permasalahan Warganya

 

TEGINENENG PESAWARAN, Berita.IMN.com – Ahmad sungkawa kepala desa gerning kec tegineneng kabpesawaran lampung .tidak mampu menyelesaikan permasalahan yang terjadi di desanya karna tidak adanya ketegasan dalam mengambil ke putusan dalam permasalahan warganya. Dan di desanya. Juga tidak mampu mencari jalan keluarnya terkait maslah yang di hadapi warganya.yang sudah setahunan (1th) berlalu, Kamis (7/10/2021).

1.pak rasim selaku pemilik tanah.
2.pak suryono selaku pemilik bibit kayu alkasia.
Mereka berdua sepakat pada tahun 2011 keduanya menanam pohon kayu tersebut hingga dua tahun(2th).berjalan pak suryono mengetahui sipat dan tabiat buruk pak rasim maka pak suryono meminta surat secara tertulis tentang kesepakatan mereka berdua diatas matrai dengan ke tentuan bagi dua (2).hasil apa bila nanti kayu itu besar dan terjual.

Adapun kayu tersebut di tanam di lahan 1200m”dan jumlah pohon yang ditanam kurang lebihnya 300.batang di desa gerning ,tegineneng ,pesawaran ,lampung.

Kayu tersebut ditanam tahun 2011.besar dan berumur 9 tahun ,tampa ada pemberitauan terlebih dahulu oleh pak rasim ke pada pak suryono,pak rasim telah menjual kebun kayu tersebut ke pada pak supri ,sinar seputih lam teng.dengan terkejut nya pak suryono meliahat kebun kayu tersebut sudah di tebang ,dan pak suryono langsung mengkomfermasi kepada pak supri (pembeli) di beli dengan harga RP 16500,000 rupiah. pak suryono juga mengkomfermasi pak rasim (yang menjual kayu) akan tetapi pak rasim berbohong di jual dengan harga RP 6500,000 rupiah.dan hingga di bawa ke desa gerning dan di mediasi oleh ke pala desa. hingga satu tahun( 1th) berlalu tidak ada penyelesaiannya dengan tidak ada ketegasan oleh seorang ahmad sungkawa selaku kepala desa.

Karna tidak tegas dan terkesan adanya pembiaran oleh seorang kades dan dengan belat belitnya pak rasim juga dengan kebohongannya maka masalah tersebut tak kunjung selesai .

Menurut keterangan saksi pak samiaji membenarkan hal tersebut yang terjadi.
Dengan adanya perjanjian dan kesepakatan bersama dua belah pihak setuju dan pada ahirnya timbul permasalahan yang hingga kini belum ada titik temu nya walau pernah di mediasi oleh kades yang tidak tegas menjalan kan peraturan dan aturan desa itu sendiri apa kah tau atau tidak dengan wewenang dia sendiri selaku kades dalam menyelesaikan masalah kecil dan besar yang terjadi dan di alami warganya sendiri, dan hingga permasalahanwarganya naik ke pihak berwajib (ke polisian ).apa kah tak malu seorang kades tidak mampu menyelesaikan permasalahan warganya itu,”
Pakasnya.

(Ydi).

author

Author: