Kades Ononamolo Tumula Bersama Istri Diduga Kuat Lakukan Kekerasan Fisik Terhadap Anak Asuhnya

 

NIAS UTARA SUMUT, Berita.IMN.com – Melakukan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga dan atau Melakukan kekerasan fisik terhadap anak dibawah umur”, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44 ayat (1), ayat (2) dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, dan atau Pasal 80 ayat (1), ayat (2) dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, hal itu tidak pernah luput dari perilaku orang dewasa terhadap anak dibawah umur seperti halnya yang diduga dilakukan oleh Kades Ononamolo tumula YANUELI ZALUKHU bersama dengan istrinya terhadap anak asuhnya berinisial DFZ (9).

DIAN HAREFA S. Sos bidang sakti peksos Dinas Sosial Nias Utara, saat di konfirmasi oleh awak media Media BeritaIMN.com di ruang kerjanya rabu (24/11/21) membenarkan “Berdasarkan bukti yang sudah kami kantongi hingga saat ini seperti rekaman video dari Pecakapan si Anak (korban) patut di duga kuat bahwa Kades Ononamolo Tumula besama dengan istrinya telah melakukan kekerasan fisik terhadap anak asuhnya tersebut.” Bebernya

“Kami dari Dinas terkait bidang penanganan Anak Baik Dinas Sosial, Dinas P2TP2A, dan Juga Lembaga LPA Kabupaten Nias Utara akan bersama-sama menindak lanjuti hal ini sampai ke Rana Hukum untuk dapat di proses sesuai dengan Hukum yang berlaku di NKRI.” Tegas Dian

Hal senada juga di tegaskan oleh JES. ZEGA Kabib Dinas P2TP2A, “dalam hal ini kami bidang penanganan Anak khususnya di Kabupaten Nias Utara tentunya perkara seperti ini akan kami tindak lanjuti dengan melaporkannya ke Penegak Hukum untuk di proses. Tegasnya

Di tempat terpisah Ketua KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK (KOMNAS PA/LPA) Kabupaten Nias Utara Sekaligus sebagai Koordinator Kepulauan Nias MEIMAN K.J. WARUWU mengatakan “Kami dari pihak Lembaga Perlindungan Anak bersama dengan Dinas P2TP2A dan Dinas Sosial bidang penanganan Anak akan segera melaporkan hal ini kepihak penegak Hukum untuk diproses secara Hukum serta melakukan Pendampingan terhadap Anak (korban) selama proses Hukum berlangsung, Sedangkan untuk saat ini si anak (Korban) telah kami amankan untuk megurangi rasa trauma si anak dengan menitipkan di salah satu Panti di Kota Gunungsitoli. Ucap Ketua KOMNAS PA Koordinator wilayah itu mengakhiri.

Reporter : M90.

author

Author: