HUT ke-71 Jateng, Momen Refleksi Diri

 

SEMARANG Jawa Tengah kompas86.com
Minggu 15 Agustus 2021

Peringatan HUT ke-71 Provinsi Jawa Tengah menjadi momentum refleksi untuk menuju yang lebih baik, terutama dalam menghadapi pandemi Covid-19. Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai upacara peringatan Hari Jadi di halaman Kantor Gubernur, Minggu (15/8/2021).
“Satu, kita refleksi. Utamanya kondisi pandemi yang sudah satu tahun lebih melanda. Peran kita masing-masing agar kita dapat berkontribusi dengan baik. Yang aparatur melayani masyarakat degan baik, dan yang masyarakat bisa ikuti aturan yang ada agar bisa lebih baik.” ujar Ganjar.
Selain refleksi, Ganjar juga menekankan pentingnya untuk selalu berinovasi dan kreasi. Sebab, persoalan saat ini bukan hanya dapat diselesaikan dengan cara yang linier.

 

“Lalu bagaimana kita bisa mencari inovasi kreasi agar kita bisa menyelesiakan persoalan yang ada. Tentu kadang penyelesaiannya tidak bisa model yang linier. Kadang harus melompat dengan cara baru,” jelasnya.
Ia mencontohkan, dalam peringatan HUT ke-71 tahun ini, pihaknya akan menyalurkan enam unit isotank dengan masing-masing unit berisi 20 ton oksigen. Bantuan senilai Rp7,6 miliar itu dari program CSR Bank Jateng.

 


“Termasuk aktivitas semacam ini kita berikhtiar. Dulu oksigen sulit, ini kita beli tabung dari Australia dua (unit). Lalu kita cek berapa rumah sakit yang kritikel, dan ternyata tinggal sedikit. Nah, kita serang yang kritikel itu,” paparnya.
Disinggung apakah akan mengirim bantuan ke luar Jawa Tengah, Ganjar mengaku sudah mendapat permintaan dari beberapa daerah, seperti Yogyakarta dan Kalimantan Tengah.
“Sudah ada permintaan bantuan. Permintaan dari Yogyakarta dan Kalimantan Tengah. Kalau perlu kita pinjamkan, nah spirit gotong royong inilah yang kita dorong,” terang dia.

Ganjar juga mengapresiasi kelompok lokal yang inisiatif dalam membantu penanganan Covid-19 di Jawa Tengah.
“Sekaligus saya mengapresiasi kelompok yang punya inisiatif seperti dari Rembang ada Rangger Covid-19. Ada juga penyintas yang kemudian mengorganisir donor konvalesen. Aktivis pemulasaraan dan nakes itu sendiri berjuang sangat dahsyat, kami berterimakasih. Satu refleksi agar bisa tangguh dalam menghadapi, tidak mengeluh, dan selalu mencari jalan keluar,” tegasnya.

Sementara Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno mengatakan, bantuan enam unit isotank tersebut sebagai langkah untuk turut serta penanganan Covid-19 di Jawa Tengah.
“Nah, kami dari Bank Jateng sebagai organ Pemprov, kami bantu enam isotank senilai Rp7,6 miliar. Mudah-mudahan itu dapat mencukupi kebutuhan oksigen di Jawa Tengah. Ini kan Covid-19 sudah menurun, sehingga bantuan ini bisa diperuntukkan di rumah sakit dan puskesmas, terutama di Jawa Tengah,” tandasnya.

Jurnalis Riyadi

Rate this article!
author

Author: