Direktur PT Garsindo Anugerah Sejahtera Angkat Bicara, Terkait Konflik Sopir Truk Pengangkut Garam

SUMENEP || Berita.IMN.com Terjadinya Konflik antara PT.Garsindo Anugerah Sejahtera, yang beralamat di jln By pass Kertasada.Kecamatan Kalianget, dengan Koperasi Bumi Inti Kertasada, akhirnya bisa di selesaikan dengan damai, pada Rabu 08 Desember 2021.

Sebagaimana informasi yang di sampaikan para sopir, bahwa akan ada unjuk rasa Hari Rabu tanggal 8 November 2021 yang akan dilakukan oleh Ketua Koperasi Bumi Inti ( Ahmad Dewa ) terpaksa digagalkan,karena tidak mendapatkan ijin dari pihak Kepolisian Sumenep, namun walaupun tidak mengantongi ijin dari kepolisian, para sopir-sopir memilih bertahan dengan tetap memarkir armada / truk di sepanjang jalan bypas Kertasada. Begitu juga dengan petugas Pengamanan baik dari Koramil, Polsek maupun Satpol PP yang masih tetap siaga di Garsindo.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, akhirnya beberapa media dan Lsm, berusaha menjembatani kedua belah pihak dengan melakukan cara mediasi antara Yohanes selaku Direktur PT Garsindo Anugerah Sejahtera dan Ahmad Dewa selaku Ketua Koperasi Bumi Inti.
Akhirnya dengan cara mediasi memperoleh kesepakatan;
1. Bahwa untuk ongkos angkutan ,pihak Grasindo tidak akan merubah dari sebelumnya
2.PT.Garsindo tidak akan memperpanjang surat penunjukkan kepada Ahmad Dewa/ Koperasi
Bumi Inti tertanggal 5 Desember 2021 berak
hir pada tanggal 31 Desember 2021.

Artinya pihak Garsindo akan berhubungan langsung dengan para sopir-sopir truk tanpa ada pihak lain tanpa merubah sistem.

” Sebagaimana disampaikan Yohanes pada saat mediasi, dalam surat penunjukan akan tidak adanya aturan bahwa pihak Garsindo dilarang menggunakan sarana angkutan lain, Ahmad Dewa juga tidak mengatur bahwa Ahmad Dewa dilarang mengangkut garam lain, selain garam Garsindo,”pungkasnya.

Yohanes juga menambahkan,” Saya akan tetap bermitra dengan bapak sopir,agar bisa bekerja sama dalam sarana angkutan garam di Garsindo, dengan cara akan membuka pendaftaran baru yang akan dimulai sebelum masa berakhir surat penunjukan pada Pak Dewa / sebelum tgl 31 Desember 2021, Sehingga pada bulan Januari 2021sudah bisa melakukan aktifitas/ kerja, dan akan diberikan surat perjanjian kontrak, dan di harapkan sebelum ditanda tangani supaya mempelajari¬† dulu isinya,” ucap Yohanes.

Sosok Yohanes, patut diacungi jempol,dalam situasi perekonomian yang tidak normal yang diakibatkan adanya Pandemi Covid 19 tak kunjung usai,sampai berdampak pada diberlakukannya PPKM dibeberapa Wilayah,
beliau tetap mempekerjakan Karyawannya,belum lagi tingkat kepeduliannya  terhadap desa setempat,maupun masyarakat sekitarnya.

( AZN ).

author

Author: