Di Duga Oknum Kepsek SMP Negeri 2 Kecamatan Alasa Talumuzoi : Sunat Dana Program KIP, Ini Kata Orang Tua Siswa

NIAS UTARA| Berita.IMN.com – Program kartu indonesia pintar (KIP) adalah program prioritas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI dimana Peserta Tersebut mendapatkan bantuan dana dalam bentuk Kartu Indonesia Pintar (9KIP). Kartu Indonesia pintar (KIP) diberikan kepada anak-anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu atau dari keluarga yang menerima program Program Keluarga Harapan (PKH), sehingga setiap keluarga harapan yang anak-anaknya usia sekolah 6-21 Tahun berhak mendapat KIP.

Lain halnya, yang terjadi Oknum Kepala Sekolah SMP NEGERI 2 ALASA TALUMUZOI diduga sunat dana KIP (Kartu Indonesia Pintar) yang seharusnya sudah menjadi hak siswa. Hal ini sekira bulan agustus 2020 lalu hingga saat ini belum ada penjelas yang pasti dari pihak sekolah kepada orang tua siswa yang bersangkutan meskipun sudah beberapa kali di pertanyakan.

Pernyataan itu di lanturkan oleh salah seorang orang tua siswa berinisial MZ yang sudah menjadi alumni itu satu tahun silam kepada awak media BeritaIMN.com, Sabtu (26/6/21) di tempat kediamannya.

Sekira bulan agustus 2020 lalu, ada iming-iming bahwasannya dana KIP anak saya sudah cair. Dengan rasa syukur saya dengan di antar oleh abang ipar saya mencoba mendatangi BRI Unit Alasa untuk memastikan hal itu, dan ternyata setelah di cek oleh petugas pada saat itu ianya mengatakan bahwasanya uang tersebut telah masuk ke rekening Anak saya lebih kurang 1,5 juta rupiah. Namun petugas BRI menyarankan bahwa harus pihak sekolah asal yang bisa mencairkannya.Tuturnya

Sepulang dari BRI Unit Alasa mencoba menyampaikan hal itu ke pihak SMP Negeri 2 Alasa Talumuzoi dan Mereka menyarankan agar saya menandatangani sehelai surat yang sudah mereka siapkan tanpa saya tau apa bunyi surat tersebut berhubung karena saya tidak bisa membaca dan sekaligus menyerahkan buku rekening anak saya kepada salah seorang guru berinisial EH. Imbuhnya.

Meskipun surat di maksud sudah saya tanda tangani lebih dari sekali (berkali-kali) dengan waktu yang berbeda-beda namun hingga saat ini dana KIP tersebut belum juga kami terima dan juga buku rekening anak saya belum mereka kembalikan sama kami dengan berdalih adanya kesalahan data, sedangkan anak saya ini sekarang sudah mau menginjakan kaki di bangku kelas XI di salah satu SMK. Jelasnya sedikit kecewa.

Pada hari yang sama awak Media BeritaIMN.com, mencoba mendatangi Kantor SMP Negeri 2 ATM tersebut, namun sekolah tampak sudah tertutup berhubung pada waktu itu sudah kesiangan. Namun dengan berusaha pihak media mencoba mendatangi rumah Kepala sekolahnya tetapi ala hasil rumah Kepsek juga telah tertutup rapat.

Tak berhenti disitu saja, awak media BeritaIMN.com mencoba mengonfirmasikan hal ini kepada PKS bidang Kesiswaan inisial EH sekaligus yang menerima buku rekening siswa pada saat itu melalui Whatsapp, juga mengubungi langsung melalui telfon genggam namun ianya mengatakan bahwa buku rekening tersebut sudah di serahkan kepada Kepala Sekolah.

Buku rekening tersebut setelah kami terima dari orang tua langsung kami serahkan kepada Kepala Sekolah, atau kalau tidak berarti sudah kami pulangkan ke orang tua siswa. Jelasnya seakan tak menentu.

Menyikapi hal tersebut, awak media Berita.IMN.com mencoba mengonfirmasi lansung kepada Kepsek berinisial FZ melalu telfon genggam. Namun ianya membantah hal itu.

Saya belum pernah melakukan hal itu karena kami tau apa kerja kami. Sebenarnya kami itupun mau kalau banyak siswa kami yang menerima beasiswa, tapi okelah lebih baik hari senin secara bersama-sama dengan orang tua siswa kita ke BRI dan sekaligus ke Dinas pendidikan agar lebih jelas,” Tandasnya.

Sebenarnya itulah sedikit kami kecewa dengan para orang tua siswa ini, “hana möi’ö mangadu ba zi sambua omo” ( dalam bahasa nias) artinya kenapa mesti melapor ke rumah tetangga dan bukan sama kami langsung. Tutupnya mencoba meyakinkan saat di konfirmasi.

Kini orang tua MZ hanya berpasrah, dengan menunggu datangnya keajaiban pihak sekolah mau meluruskan hal itu karena tidak punyak kemampuan untuk memperjuangkan apa yang sudah menjadi hak anaknya.

Liputan : MW/WH.

author

Author: