Area Pesawahan Dibeberapa Desa Di Kecamatan Cilamaya Kulon Terendam Banjir

 

Foto : Area Pesawahan Dibeberapa Desa Di Kecamatan Cilamaya Kulon yang Terendam Banjir

KARAWANG, Berita.IMN.com Terkait gencarnya normalisasi yang tengah diupayakan Pemkab Karawang, ternyata masih banyak yang perlu diupayakan, mengingat pendangkalan akan selalu terjadi, dalam jangka panjang ataupun jangka pendek, karena normalisasi harusnya membuahkan efek manfaat untuk masyarakat kedepannya.

Seperti halnya yang terjadi hari ini, Rabu (15/09/2021), pasca berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Sumurgede bersama Tokoh Petani pada Sabtu (11/09/2021) kemarin, terkait mengupayakan kelancaran pasokan air untuk mengaliri area pesawahan yang berada di wilayah utara Sumurgede, kini Pemdes Sumurgede dihadapkan dengan masalah baru.

Masalah datang dari area pesawahan yang berada di sebelah selatan Sumurgede, yang juga melingkupi dari Manggungjaya hingga perbatasan area Kecamatan Tempuran malah tergenang banjir, diperkirakan akibat hujan yang mengguyur kemarin, padahal intensitas hujan bisa dikatakan baru terjadi.

Seperti yang dikeluhkan salah satu petani di Sumurgede yang tidak mau disebutkan namanya, sebut saja AT (inisial) yang kebetulan beberapa petak sawahnya juga terendam banjir, AT mengungkapkan, “Baru sekitar seminggu lebih sawah ini saya tanduri, eh sekarang malah kebanjiran, padahal normalisasi sudah diupayakan Pemdes, saya rasa ada yang harus dibenahi lagi untuk jalur lanjutannya, kayaknya ke arah hilirnya terjadi pendangkalan, jadi air gak mengalir dengan lancar kesananya,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut, Wartawan Berita IMN.com mencoba menghubungi Pemdes Sumurgede, Asan Permana selaku Kepala Desa Sumurgede, dalam konfirmasinya beliau menuturkan, “Iya, permasalahan baru kini muncul ditengah upaya kita memaksimalkan pembenahan sarana dan prasarana pertanian Sumurgede, untuk banjir ini diduga penyebabnya adalah volume air dari hulu ke hilir yang meningkat, diperkirakan akibat hujan kemarin, kemudian penyebab lainnya mungkin dari aliran air yang ke arah sungai Cibulan-bulan diperkirakan terjadi pendangkalan, mungkin juga tersendat oleh sampah,” tuturnya.

Lebih lanjut, Asan Permana menambahkan,
“Mungkin nanti kita akan upayakan untuk sounding ke Desa lain yang berbatasan, untuk bersama mencari solusinya, agar kedepannya gak terjadi hal seperti ini lagi,” tambahnya.

(NN).

author

Author: