Antrian panjang Suramadu

Antrian panjang di suramadu mendapat kritikan pedas dari GAP (gabungan aktifis pantura)

Sampang, Berita IMN..COM-

Terjadi membludaknya Kasus Wabah Covid – 19 varian baru yang terjadi di Kabupaten Bangkalan, diduga datangnya dari negeri Malaysia, menjadi perhatian khusus, oleh sebab itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, mengeluarkan kebijakan secara tiba-tiba, semua warga Madura yang masuk ke Surabaya harus dilakukan Tes Antigen.

Akibatnya, Membuat antrian panjang berkilo – kilo meter, dari Jembatan Suramadu, saat turun kelapangan, wali kota Surabaya Eri Cahyadi yang didampingi Kapolres Tanjung Perak, saat diwawancarai awak media (Dikutip Viral rekaman Video), mengatakan, untuk menjaga keselamatan Warganya, maka dia melakukan hal tersebut.

“ Untuk menjaga penyebaran wabah Covid -19, dan menjaga warga kami di Surabaya, maka kami lakukan rapid tes antigen, kepada semua warga madura yang ingin masuk Ke Surabaya “. Ungkapnya.

Lanjut Eri Cahyadi , terbukti dengan diadakan rapid test antigen, dalam satu hari sudah ada 5 yang Positif dan dilarikan ke Rumah Sakit, dia juga mengaku telah berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Timur dan Gubernur Jawa Timur dalam melakukan kebijakannya.

“ Kami sudah berkoordinasi dengan Bapak Kapolda dan Ibu Gubernur, ini kami lakukan selama 24 Jam, petugasnya secara bergantian, tak hanya di Suramadu, tetapi juga dilakukan di Pelabuhan Tanjung Perak “. Tegasnya.

Di lain sisi, Pembina Gabungan Aktivis Pantura (GAP) Asal Pantura Kabupaten Sampang, Handreanzah, menyayabgkan kebijakan Wali Kota Surabaya tersebut, menurutnya, sangat gegabah dan tidak berkoordinasi dengan Bupati Bangkalan, maupun Bupati – Bupati yang ada di Pulau Madura (Sampang, Pamekasan, dan Sumenep), sementara mau menghentikan wabah, tetapi dengan kebijakan walikota Surabaya, mengakibatkan macet dan kerumunan, Handreanzah menilai, justru mengakibatkan penyebaran wabah sangat cepat. Minggu (6/6/2021/

“ Sebelum melakukan tindakan ini, seharusnya, Walikota Surabaya itu harus mempertimbangkan semua aspek, jangan gegabah, sebelum melakukan itu harusnya Bupati Bangkalan, dan Para Bupati di Madura diberitahu, agar tidak terjadi antrian panjang yang merugikan Masyarakat “. Katanya.

Jika tidak gegabah, tidak mungkin mengakibatkan antrian panjang dan kerumunan warga, warga Madura melintas ke Surabaya tentu memiliki tujuan dan kepentingan, akibat kebijakan tersebut, Masyarakat sangat dirugikan, tidak hanya waktu, mereka juga ada yang mau berobat, mau urusan dagang/bisnis, dan lain sebagainya, apa itu tidak dipertimbangkan ?.

“ Akbat itu, Masyarakat Madura sangat dirugikan, ada yang kepentingan bisnis seperti rekan kami Ali Yaqub asal banyuates, beliau balik karena tidak nutut waktunya untuk ambil barang karena akibat macet yang pada akhirnya kembali dengan tangan kosong dan hanya menghabiskan bensin saja, ada kepentingan berobat dan lain – lain, hal ini siapa yang dirugikan, lagi – lagi Masyarakat “. dengan nada geram.

Andre (panggilan akrabnya) juga memberikan solusi, jika tidak gegabah, ambil tindakan tersebut, bisa di akses Jalan Tangkel Bangkalan, Jalan Raya Jrengik / Torjun, Jalan Raya banyuates, (perbatasan dengan kecamatan tanjung bumi), sehingga antrian dapat dihindarkan karena tidak satu titik di suramadu, lanjut kata andre, Sedangkan yang Zona Merah Kabupaten Bangkalan, tetapi yang terkena imbasnya tiga Kabupaten lainnya di Madura seperti Sampang, Pamekasan dan Sumenep.

(Ah)

Rate this article!
Antrian panjang Suramadu,0 / 5 ( 0votes )
author

Author: