Anggota DPRD Nias Utara Dusman Zebua : Tanggapi Serius Terkait Keluhan Masyarakat Desa Hilisebua Siwalubanua

NIAS UTARA, Berita.IMN.com – Terkait pemberitaan tentang keluhan warga masyarakat desa Hilisebua siwalubanua yang mengharapkan perhatian serius dari pemda Nias Utara untuk perbaikan Jembatan Moawoi, lembaga DPRD Nias Utara menanggapi serius hal ini.

Anggota DPRD Nias Utara daerah pemilihan III (tiga), Dusman Zebua menanggapi keluhan masyarakat Desa Hilisebua siwalubanua dan mengatakan bahwa pembangunan jembatan Moawoi adalah atensi bersama untuk menjadi skala prioritas pada Tahun Anggaran 2022.

“Jembatan Moawoi sudah menjadi atensi kita bersama untuk menjadi skala prioritas pada Tahun Anggaran 2022 untuk dibangun secara permanen,” ujar Dusman Zebua kepada Berita IMN.com pada Rabu kemarin (23/6/2021).

Sosok legislator dari partai Hanura itu menambahkan bahwa ia sendiri sudah turun ke lokasi untuk membuktikan langsung keluhan masyarakat. Dan ia mengatakan untuk Tahun Anggaran 2021 tidak memungkinkan pembangunannya karena refocusing anggaran.

Sabtu kemarin saya sudah ke Hilisebua terkait keluhan masyarakat desa, dan untuk penanganan darurat, saya sudah sampaikan langsung kepada pak bupati bila ada dana supaya diperbaiki, namun tahun 2022 sudah menjadi komitmen pemerintah untuk dibangun, kita akan berjuang sampai tuntas, dan tentu harapan kita bersama supaya memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk bersabar, ” jelasnya kepada media dengan penuh harapan.

Untuk diketahui bersama, sebagaimana diberitakan media ini pada edisi Minggu (13/6/2021) kemarin, bahwa jembatan Moawoi ini adalah merupakan gerbang utama bagi kendaraan yang memasuki wilayah desa Hilisebua siwalubanua, kecamatan Alasa, kabupaten Nias Utara.

Jembatan ini berkonstruksi kayu, dan berlokasi di RT. 02 Buazilimo, dusun I Hilisebua. Dan satu-satunya akses kegiatan perekonomian masyarakat desa Hilisebua siwalubanuam maupun desa tetangga lainnya.

Kondisi fisik jembatan pasca banjir sejak dua tahun yang lalu hingga sekarang sangat memprihatinkan. Disamping itu, bagian – bagian jembatan juga telah mengalami pelapukan karena termakan usia.

Selain itu, fisik jembatan terlihat sudah posisi miring dan sulit dilewati kendaraan, karena diduga salah satu pondasi pada tiang tengah anjlok akibat dihantam arus air waktu banjir.
Liputan : WARMAN/MEIMAN

author

Author: