. Sembako Langsung ke konten utama

Unggulan

Aksi premanisme

  Puluhan Pelaku Kriminal Ditangkap Dalam Oprasi Pekat Lodaya Polres Karawang   AUTHOR:     PUBL ON PULUHAN PELAKU Berita IMN.com Karawang,- Dalam rangka menjelang bulan suci Ramadhan 1442 H, Polres Karawang melaksanakan Operasi Pekat Lodaya 2021 yang digelar serentak diseluruh wilayah hukum kabupaten Karawang. Operasi Pekat Lodaya sendiri berlangsung selama 10 hari dimulai dari tanggal 4 sampai 13 April 2021 dengan sasaran penyakit masyarakat antara lain perjudian, prostitusi, kejahatan jalanan atau geng motor, perdagangan miras dan Premanisme. Kapolres Karawang, AKBP Rama Samtama Putera menyampaikan, agar dibulan suci ramadhan umat muslim bisa menjalankan ibadahnya dengan aman dan lancar, Polres karawang bekerjasan dengan Kodim 0604/Karawang dan Pol PP membersihkan penyakit masyarakat. “Dengan upaya yang dilakukan berharap pelaksanaan ibadah puasa bisa berjalan aman dan lancar,”kata Kapolres, Senin (12/4/21). Kapolres juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Karawang, dalam situasi

Sembako

Penimbun bahan pokok di Jakarta Utara bisa dihukum 5 tahun

Senin, 5 April 2021 

Penimbun bahan pokok di Jakarta Utara bisa dihukum 5 tahun
Jakarta (Berita IMN.com) - Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara Kombes Polisi Guruh Arif Darmawan mengatakan penimbun bahan pokok bisa dihukum lima tahun penjara.

"Aturannya seperti itu (kurungan lima tahun penjara)," kata Guruh saat ditemui wartawan di Markas Polres Metro Jakarta Utara, Senin.

Pasal 107 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan menyebutkan bahwa pelaku penimbunan bahan pokok dapat dipidana kurungan badan selama 5 tahun atau denda paling banyak Rp50 miliar.

Ia meminta pihak terkait ikut mengawasi peredaran sembilan bahan pokok (sembako) di pasar guna mengantisipasi adanya praktik penimbunan bahan pangan yang bisa merugikan masyarakat.

"Kami berharap mungkin kalau masyarakat memiliki informasi dan sebagainya, nanti akan disampaikan ke kami. Kalau ada, misalnya ada, pasti kami tindak," kata Guruh.

Tak hanya menunggu laporan, Guruh mengatakan Polres Metro Jakarta Utara juga menyiagakan personel untuk menyelidiki ke sejumlah lokasi untuk mengecek apakah telah terjadi penimbunan pangan menjelang Ramadhan.

"Kami sedang melaksanakan penyelidikan, karena kami ingin membantu program-program pemerintah untuk selalu menstabilkan (harga pangan). Jangan sampai ada permainan-permainan yang nantinya memberatkan masyarakat," kata Guruh.

"Semua kami libatkan, termasuk dari Polres maupun dari Polsek. Ini akan kami libatkan dalam kegiatan tersebut," ujarnya pula.

Dia belum memerinci kemana dan berapa personel yang bergerak melaksanakan operasi tersebut. Namun dia memastikan Polres Metro Jakarta Utara siap mencegah terjadinya penimbunan pangan di Jakarta Utara.

"Nanti saja kami umumkan, tapi anggota kami sudah bergerak di lapangan untuk menjaga terjadinya hal yang tidak diinginkan," katanya.(Bambang .E)

Postingan Populer